Gak nyangka kakak yang kerja dirumah ku orangnya trauma kunci rumah. Mengingat kejadian tetangganya yang pergi keluar kota dan menitipkannya pada kak sarma. Dan saat pulang kerja dari rumah ku dia melihat pintu rumah tetangganya sudah terbuka dan beberapa barang beharga hilang. Kak sarma pun takut karena dia orang yang ditanggung jawabkan sama pemilik rumah untuk menjaga rumahnya. Setiap malam sore dan siang kak sarma selalu di datengin sama polisi. Kak sarma takut karena kali pertama kejadian ini terjadi dalam hidupnya. Setelah beberapa hari akhirnya kak sarma tidak di tetapkan sebagai pelaku.
Dan sabtu kemarin tepatnya 19 maret. Kejadian itupun kembali terjadi. Mengingat kakak ku dan mamaku pergi dan tinggal aku dan kak sarma dirumah. Kak sarma datang tanpa sepengetahuanku karena aku sedang saat tidur. Sesaat pekerjaan rumah telah di selesaikannnya kak sarma membangunkan aku dan pamit pulang. Pada minggu tepatnya 20 maret mamaku terlihat panik karena kunci rumah hilang. Mama aku dan kakakku pun mencari kesana kemari. Mengingat kak sarma yang semalamnya bekerja dirumah mama langsung menelpon kak sarma. Kak sarma dan terkejut dan datang kerumah bersama anaknya muslim.. saat itu aku sedang dalam keadaan menelpon. Mamaku memanggilku dan aku mematikan telponnya. Saat keluar dari kamar kudapati wajah kak sarma yang sudah pucat dan tidak menahu soal kunci itu. mamaku menanyakan kak sarma apakah dia ada menitipkan kunci rumah pada ka sarma. Kak sarma tidak merasa bahwa kunci rumah ada bersamanya. Saat mamaku menanyakan kejadian hari sabtu aku mulai menjelaskan dan mengingat kejadian hari sabtu kemarin. Aku menjelaskan bahwa aku mengkunci pintu depan saat kak sarma pulang dan kemabli tidur di sore harinya aku goes dan mengingat pesan mama mengunci pintu apa bila aku pergi goes. Dan aku baru teringat saat aku pulang goes aku mengantongi kunci dan papa pulang dari kantor. Sehabis membukakan pintu aku mengeluarkan semua isi kantongku dan menruhnya di meja rias. Sehabis itu aku mandi dan ganti baju. Nah.... baru aku sadari kunci itu ternyata ada di meja riasku. Setelah mereka mendengar penjelasanku aku, aku langsung bergeags mengambil kunci di meja rias dan langsung minta maaf. Awalny aku pikir biasa aja. Tenyata kak sarma menangis, membuatku merasa bersalah dan aku minta maaf dan mencium tangannya. Dia menceritakan bahwa suaminya marah marah setelah mengetahui kunci rumah kami hilang. Kak sarma im so sorryyyyyy!!!!!!!

0 komentar:
Posting Komentar