Seperti biasa kegiatan tahunan di sekolah kami mengadakan homestay. Cara mainnya gini. Kita tinggal di rumah orang asuh dan melakukan apa yan orang asuh kerjakan selama lima hari. Kali ini kunjungan homestay kami ke desa air tenang kel sei musam stabat. Awalnya tidak jauh kami rasa karena kami berangkat dari medan ke stabat. Tapiiiiiii.... kami tidak menyangka bahwa desa air tenang begitu jauh masuk kedalam dan katanya penduduk setempat wilayah ini tidak masuk peta. Saat perjalan pun pikiran buruk menghantui gila aja gitu perjalanannya curam, belum lagi tanahnya yang merah kalau hujan kemungkinan besar akan longsor karena kami memakai bus besar kesana. Kebetulan sekali saat kami kesana sedang terjadi reboisasi sehingga pemandangan disana seperti gurun pasirnya indonesia hehe.
Perjalan yang ngeri ngeri sedep
Ternyata tidak seburuk yang aku bayangkan kok....
Dari perjalanan panjang yang aku pikir tiada ujungnya akhirnya kami semua sampai dengan selamat. Dan kami di guyur hujan membuat para sopir sopir bus gabisa balik kemedan karena tanah merahnya yang lembek.
Saat hujan reda mulailah di bagi kelompok dan dimana kami akan tinggal.
Alhamdulillah saya mendapatkan kawan yang rajin bernama aidillah magfirah. Saya tinggal serumah dengannya dirumah bapak panusunan ritonga atau akrab di panggil pak nabi. Karena hujan tadi tuh yang mengguyur desa kan tanahnya lembek jadi kami agak susah berjalan (kalo aku bilangsih kayak robot jalannya) sehinnga memperlama aku dan fira kerumah bapak itu. sesampai dirumah bapak itu aku disambut ibu ibu cantik dengan sepasang anaknya. Kami menyusun pakaian dan sehabis itu kami diajak makan malam bersama mereka. Nah disitiulah kami berkenalan satu sama lain. Bapak bilang kami di titipkan disini agar kami mandiri dan dapat merasakan kehidupan lain. Bapak juga bilang kita kan juga gak selamanya hidup enak. Karena profesi bapak adalah guru MTs dan kebetulan ibuk profesinya guru juga tapi SD maka saya dan fira bekerja di sekolah. Wah jadi apa kami disekolah?? Jadi guru?? Tioh kami di medan juga murid.
Saya menjadi guru kelas satu
Akhirnya keesokan harinya saya dan fira pergi ke SD NEGERI 057759 AIR TENANG saya bertemu kawan lainnya yang orangtuanya berprofesi seorang guru. Kami sama sekali gatau kami akan bekerja sebagai apa disana? Dan akhirnya kami masuk kantor dan kami merapatkannya (asiiiik rapat guru) . suasana rapat yang menegangkan dipimpin oleh bu tama. Aku tidak diizinkan ngajar karena memakai kaos tapi ntah kenapa akhirnya saya pun di boleh kan mengajar di kelas satu.
nah ini siswa siswi jagoannya
Ternyata jadi guru kelas satu tidak berat. Dan disini saya merasakan apa yang guru saya rasakan saat saya membaca tulisan tulisan mereka “oh mungkin ini yang guru kimiaku rasakan, saat aku ngumpulin tugas”
jelek yah -_- kata guru guru tulisan aku yang paling jelek di kelas ngalahin tulisan anak laki laki
Rasanya pengen ngajar terus tapi....
Karena kami nyampenya kamis sore dan pulangnya senin. Jadi kami Cuma ngajar hari jumat sabtu aja karena minggukan libur. Bakal kangen ini sama mereka. Aku terharu saat mereka semua memegang tanganku (saat itu aku merasa populer hehe) jadi ada yang bilang namanya supri kelas 3 SD “kak kok gak selasa aja pulangnya?” L terharu loh secara supri itu anak yang paling bandel disitu.
Suasana terakhir ngajar disana
ini murid kelas duaaa
ini deli yang suka meluk aku J
bersama anak kelas 4 dan 3
isnaini anak murid aku nangis karena gamau pulang L
Esok kita akan berpisah L
Gak nyangka kami merasakan sangat luar biasa disana. Yang awalnya kami mau pulang gamau tinggal disitu gasuka moh atau apa lah, kami jadi akrab dan ga ingin pulang dari sana. Tempat biasa kami ngumpul ada seorang ibuk ibuk yang biasanya melayani kami disana ibuk itu bilang “jarang jarang loh yang datang kesini udah dekat dan tahu desa ini. Bahkan orang yang sebulan PKL disini aja belum tahu desa ini” kata ibuk itu yang kami sebut ibuk central6 karena disitulah tengah dan termpat bertemu kami yang terpisa pisah.
Anak anak SD pun bilang “ibuk senin pulan yah buk? Senin masih sempat ngajar gak buk? Ibuk pulangnya selasa aja”.
ya Allah sedihnya akan meninggalkan mereka.
Jadi saat di hari minggu kami mengadakan pesta perpisahan karena senin kami akan berangkat. Yang saya herankan inikan ‘pesta’ seharusnya kalo pesta itu kita senang senang kenapa orang di pesta ini nangis semua. Sebelum makan kami pun bersalam salaman dan saat aku menyalami ibuk asuhku aku ibu itu menangis aku pun menangis dan ku peluk beliau.
ibuk central6
my little krishna
Ebi uci (adik asuhku) aku fira bu yanti (ibu asuh ku)
Sehabis menangis senyum pun datang hahahah -_-
Sayang sekali foto bapaknya gadak L
sorry apabila ada salah it just for fun :)



0 komentar:
Posting Komentar